Dalam hampir setiap pembahasan tentang Social Trading, penting untuk menekankan bahwa penerapan yang efektif perlu didukung kampanye pemasaran beragam yang melengkapi penawaran copy trading. Sinergi ini menarik minat baru, meningkatkan keterlibatan klien, dan pada akhirnya meningkatkan volume trading.
Bagaimana cara kerja Social Trading?
Dengan Social Trading, satu posisi yang dibuka penyedia sinyal disalin ke akun trader yang mengikuti strateginya. Inilah nilai utama bagi broker: satu posisi memicu beberapa trading pengikut secara bersamaan. Proses penyalinan otomatis ini meningkatkan aktivitas dan volume secara signifikan.
Perpaduan Social Trading dengan inisiatif pemasaran yang terencana membuka peluang baru. Calon klien mungkin tertarik pada trading tetapi lebih memilih pendekatan pasif terhadap pasar keuangan. Social Trading menjembatani kebutuhan tersebut melalui platform yang mudah digunakan untuk mengikuti strategi profesional berpengalaman.
Setelah menarik perhatian audiens baru, sasaran berikutnya adalah membangun hubungan berdasarkan kepercayaan. Dalam salah satu workshop, Tatiana Pilipenko merumuskan aturan sederhana bagi broker multi-aset dan Forex yang menawarkan copy trading serta Social Trading:
- Jangan promosikan copy trading sebagai imbal hasil 100%
Trader profesional dengan pengalaman bertahun-tahun pun dapat mengalami kerugian yang ikut tersalin ke pengikut. Oleh karena itu, layanan ini tidak boleh dipromosikan sebagai cara mendapatkan imbal hasil 100%. - Jangan izinkan trader pemula menjadi penyedia sinyal
Sebelum mendaftarkan atau menampilkan penyedia sinyal, periksa kompetensi dan kemampuannya memenuhi hasil yang dijanjikan. Sinyal berkualitas rendah merusak reputasi merek dan layanan Anda. - Jangan biarkan klien menghadapi semuanya sendiri
Terus edukasi klien mengenai manajemen risiko. Informasinya tersedia secara daring tetapi sering diabaikan. Pengetahuan ini membantu trader melindungi diri dari kerugian tak terduga.
Dengan mengikuti aturan yang sejalan dengan regulasi ESMA yang diterbitkan pada Maret 2023, broker dapat meningkatkan volume trading sekaligus membangun hubungan tepercaya dengan klien.
Klien cenderung lebih aktif trading dan membuka posisi tambahan saat memercayai broker. Salah satu cara mendasar untuk membangun kepercayaan adalah menyediakan penyedia sinyal terverifikasi.
Penyedia sinyal yang melalui evaluasi ketat dan disetujui secara resmi menjadi dasar kepercayaan antara broker dan klien. Klien lebih yakin mengikuti strategi tersebut karena broker telah mengonfirmasi kualitasnya. Hal ini mendorong aktivitas, volume, dan keterlibatan klien.
Jangan lupakan alat manajemen risiko
Saat volume meningkat setelah peluncuran Social Trading, broker menghadapi dua tantangan: mendukung pertumbuhan dan menjaga kestabilan infrastruktur. Aktivitas yang meningkat memang positif, tetapi juga membawa persoalan operasional yang perlu ditangani.
- Beban pada platform trading
Masalah utama saat volume bertambah adalah meningkatnya beban platform. Platform harus memproses lebih banyak posisi dan operasi. Misalnya, jika terdapat bonus agen, setiap trading memicu distribusi profit ke seluruh agen dalam rantai. Untuk mengelola beban tersebut diperlukan alat khusus dan server cadangan. Server ini menjaga kelangsungan operasi dan memungkinkan perpindahan cepat jika terjadi kegagalan, sehingga meningkatkan ketahanan platform.
- Manajemen likuiditas
Aspek penting lainnya yang harus dikelola dengan hati-hati adalah likuiditas. Liquidity Bridge atau gateway yang mengirim dan menerima posisi harus menangani volume aktivitas yang jauh lebih besar. Untuk mencegah hambatan likuiditas dan gangguan, broker memerlukan sistem kuat yang dapat mengelola arus posisi secara efisien, termasuk pada periode tersibuk.
- Volatilitas dan strategi hedging otomatis
Pertumbuhan volume yang cepat dapat meningkatkan risiko akibat volatilitas, baik bagi broker A-book maupun B-book. Lonjakan trading pada satu simbol memperbesar ketergantungan pada fluktuasi pasar. Untuk mengurangi potensi kerugian, broker disarankan menerapkan strategi hedging otomatis yang menyeimbangkan posisi dan menjaga eksposur risiko.